Kunci Komunikasi Efektif: "Pahami Dulu, Baru Dipahami"
Ini adalah perubahan paradigma yang radikal dalam berkomunikasi. Ini berarti menunda agenda Anda sendiri sejenak dan masuk ke dalam "dunia" lawan bicara Anda. Ini adalah praktik mendengarkan dengan empati. Mendengarkan dengan empati bukan hanya mendengar kata-katanya, tetapi juga mencoba memahami perasaan dan makna di baliknya dari sudut pandang mereka.
Ketika Anda benar-benar berusaha untuk memahami orang lain terlebih dahulu, beberapa hal ajaib terjadi:
- Tembok Pertahanan Runtuh: Ketika orang merasa bahwa Anda benar-benar tulus mencoba memahami mereka (bukan hanya berpura-pura), mereka menjadi tidak terlalu defensif. Mereka merasa dihargai dan dihormati, yang membuka pintu untuk dialog yang nyata.
- Anda Mendapatkan Informasi yang Akurat: Anda tidak bisa memberikan solusi yang efektif jika Anda belum mendiagnosis masalahnya dengan benar. Dengan memahami perspektif mereka secara mendalam, Anda mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang situasi.
- Pengaruh Anda Meningkat: Ironisnya, saat Anda berhenti berusaha keras untuk memaksakan pendapat Anda dan fokus untuk memahami orang lain, mereka justru menjadi jauh lebih terbuka untuk mendengarkan dan mempertimbangkan sudut pandang Anda setelahnya. Anda membangun "rekening kepercayaan" yang membuat mereka mau mendengarkan.
Ini adalah salah satu kebiasaan yang paling sulit untuk dipraktikkan karena menuntut kesabaran dan pengendalian ego. Ini membutuhkan kita untuk memprioritaskan hubungan dan solusi jangka panjang di atas kepuasan jangka pendek karena "menang" dalam sebuah argumen.
Tantangan untuk Anda hari ini: Dalam percakapan Anda berikutnya di mana ada potensi perbedaan pendapat, tetapkan satu tujuan: jangan menyatakan pendapat Anda sendiri sampai Anda bisa merangkum sudut pandang lawan bicara Anda dengan cara yang membuat mereka berkata, "Ya, tepat sekali. Kamu mengerti." Latih untuk memahami sebelum Anda mencoba untuk dipahami.

Komentar
Posting Komentar